KD 3.3. Menerapkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja

OTK KEUANGAN KELAS 11
Materi Pertemuan Ke-3: Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja


Oleh : M. Afif Thohani, SE

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.3.  Menerapkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja

4.3.    Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja

3.3.1.        Menjelaskan pengertian anggaran pendapatan dan belanja

3.3.2.        Mengidentifikasi fungsi anggaran pendapatan dan belanja

3.3.3.        Menjelaskan aliran kas masuk

3.3.4.        Menjelaskan kas keluar

3.3.5.        Mengemukakan prosedur penyusunan anggaran pendapatan dan belanja

              4.3.1           Melakukan identifikasi kebutuhan anggaran pendapatan dan belanja yang tersedia

              4.3.2           Mengumpulkan kelengkapan sumber-sumber daya penyusunan anggaran pendapatan dan belanja

              4.3.3           Menyusun anggaran pendapatan dan belanja sesuai dengan tuntutan kebutuhan kerja

        4.3.4           Membuat dokumen anggaran pendapatan dan belanja sesuai dengan tuntutan kebutuhan kerja dengan menggunakan aplikasi komputer otomatisasi)


     


1.                  Pengertian Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu ( periode) tertentu di masa yang akan datang.

2.                  Anggaran pendapatan dan belanja adalah suatu anggaran yang mengungkapkan rincian taksiran penerimaan dan pengeluaran dalam suatu kurun masa yang akan datang. Anggaran termasuk dalam bagian perencanaan (Planning) berfungsi sebagai alat manajemen untuk mencapi tujuan dan sasaran dalam bentuk angka-angka. Dalam mengelola keuangan Anggaran (Budget) merupakan rencana atau kebijakan tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu.

3.                  Pengertian APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang disetujui oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

4.                  Dalam APBN ini berisi daftar sistematis dan secara terperinci memuat rencana penerimaan dan juga pengeluaran negara Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun Anggaran yaitu dimulai 1 Januari hingga 31 Desember

5.                  Landasan hukum APBN sendiri dijelaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 23 ayat 1 yang berisi bahwa “tiap-tiap tahun APBN ditetapkan dengan undang-undang. Apabila DPR tidak menyetujui anggaran yang diusulkan oleh pemerintah maka pemerintah akan menggunakan anggaran tahun lalu.

6.                  Fungsi APBN:

1. Fungsi Otorisasi

Fungsi otorisasi dari APBN mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar dalam pelaksanaan pendapatan dan belanja negara di tahun yang bersangkutan..

2. Fungsi Perencanaan

Dengan fungsi Ini mengandung arti bahwa APBN dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan kegiatan di tahun yang bersangkutan.

3. Fungsi Pengawasan

APBN juga sebagai pengawasan yang memiliki makna bahwa pembuatan rencana anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan negara sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

4. Fungsi Alokasi

APBN juga sebagai fungsi alokasi yang berarti anggaran negara harus diarahkan pada pengurangan pemborosan sumber daya serta pengangguran dan juga meningkatkan Efisiensi dan efektivitas perekonomian. Pada pelaksanaannya fungsi alokasi dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya, efektifitas, serta efisiensi perekononian. Misalnya, pembuatan jalan/ jembatan/ tanggul, dan juga perbaikan jalan/ jembatan/ tanggul.

5. Fungsi Distribusi

Dalam hal ini anggaran pendapatan belanja negara juga sebagai kebijakan dalam memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Pada pelaksanaannya fungsi distribusi dalam hal ini dilakukan dengan mempergunakan uang negara untuk kepentingan kemanusiaan, seperti; subsidi, dana pensiun, dan premi.

6. Fungsi Stabilisasi

Memiliki makna bahwa APBN menjadi alat dalam pemeliharaan serta mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian NKRI. Dalam pelaksanaannya, fungsi stabilisasi ini dilakukan dengan menjaga arus uang maupun barang untuk mencegah laju inflasi dan deflasi yang terlalu besar.

7.                  Fungsi APBN Jika ditinjau dari Sisi Manajemen

·                     Pedoman pemerintah untuk melakukan tugasnya pada periode mendatang.

·                     Sebagai alat kontrol masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

·                     Menjadi penilai seberapa baik pemerintahan menjalankan negaranya berdasarkan kepijakan dan program-program yang telah dilaksanakan.

8.                  Tujuan penyusunan APBN adalah sebagai berikut:

1.                  Perancangan APBN bertujuan untuk memelihara dan menjaga stabilitas perekonomian serta mencegah terjadinya defisit anggaran

2.                  APBN bertujuan sebagai pedoman dalam hal penerimaan serta pengeluaran negara dalam pelaksanaan kegiatan kenegaraan yang disertai dengan tujuan untuk peningkatan kesempatan kerja sehingga diarahkan kepada peningkatan pertumbuhan perekonomian dan kemakmuran masyarakat.

8. STRUKTUR DAN KOMPONEN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)

1. Pendapatan Negara dan Hibah

Pendapatan negara adalah penambahan nilai kekayaan bersih dalam sebuah negara. Beberapa sumber pendapatan negara antara lain :

a. Penerimaan Pajak, meliputi :

·                     Pendapatan Pajak Dalam Negeri

·                     Pendapatan Pajak Perdagangan Internasional

b. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), meliputi :

·                     Penerimaan Sumber Daya Alam

·                     Pendapatan Laba BUMN

·                     Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU)

·                     Pendapatan Negara Bukan Pajak Lainnya

2. Belanja Negara

Belanja Negara adalah pengurangan nilai kekayaan bersih dari suatu negara oleh pemerintahan dalam periode tertentu. Beberapa belanja negara antara lain :

1.                  Belanja Pegawai                                 5. Belanja Barang

2.                  Belanja Modal                                    6. Belanja Bunga dan Pinjaman

3.                  Subsidi (Energi dan Non Energi)                     7. Belanja Hibah

4.  Belanja Bantuan Sosial                              8. Belanja Lain-lain

3. Keseimbangan Primer APBN

Keseimbangan Primer adlah Jumlah pendapatan Negara dikurangi belanja negara diluar pembayaran bunga utang. Pemerintah dianggap berhasil apabila jumlah pendapatan negara lebih besar daripada belanja negara.

4. Surplus/Defisit Anggaran APBN

Surplus Anggaran adalah keadaan dimana pendapatan negara lebih besar dari belanja negara.

Defisit Anggaran adalah keadaan dimana belanja negara lebih besar dari pendapatan negara.

5. Pembiayaan APBN

Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayarkan kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan mupun pada tahun anggarang berikutnya. 

 9. PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)

1. Tahap Pendahuluan

a. Tahap Perancangan

Pemerintah menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dengan penentuan asumsi dasar APBN, perkiraan penerimaan dan pengeluaran, skala prioritas, serta penyusunan budget exercise. Asumsi dasar APBN meliputi :

-      Pertumbuhan Ekonomi Negara                   - Inflasi

-      Nilai Tukar Mata Uang (Rupiah)          – Suku Bungan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan terakhir

-  Harga Minyak Nasional                               - Lifting

b. Tahap Rapat antarkomisi dengan mitra kerjanya untuk membahas rancangan tersebut (departemen/lembaga teknis)

c. Tahap finalisasi penyusunan RAPBN oleh pemerintah

2. Tahap Pengajuan, Pembahasan, dan Penetapan APBN

·                     Dimulai dengan pidato presiden sebagai pengantar RUU APBN dan Nota Keuangan.

·                     Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan baik antara Menteri Keuangan dan panitia anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau antar komisi dan departemen terkait.

·                     Menteri Keuangan dan panitia anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau antar komisi dan departemen terkait akan menetapkan penerimaan atau penolakan RAPBN tersebut.

·                     Jika RAPBN diterima, maka akan disahkan menjadi APBN dan disampaikan kepada pemerintah untuk dilaksanakan. Tetapi jika RAPBN ditolak, maka pemerintah harus menggunakan APBN sebelumnya.

3. Tahap Pengawasan Pelaksanaan APBN

·       Tahap pengawasan dilakukan oleh pengawas fungsional baik berasal dari eksternal (luar pemerintah) maupun Internal (dalam pemerintah).

·       Sebelum berakhirnya tahun anggaran, biasanya di bulan November, pemerintah melalui Menteri Keuangan membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN dan melaporkannya dalam bentuk Rancangan Perhitungan Anggaran Negara (RUU PAN) yang selambat-lambatnya dilakukan lima belas bulan setelah berakhirnya pelaksanaan APBN tahun anggaran terkait. Laporan ini harus disusun atas realisasi yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

E. PRINSIP DAN AZAS PENYUSUNAN APBN

1. Prinsip Penyusunan APBN

a. Berdasarkan Aspek Pendapatan Negara

·           Intensifikasi (usaha peningkatan) penerimaan anggaran dalam jumlah dan kecepatan penyetorannya.

·           Intensifikasi (usaha peningkatan) penagihan dan pemungutan piutang negara.

·           Penuntutan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara dan penuntutan denda.

b. Berdasarkan Aspek Pengeluaran

·           Hemat, efisien dan sesuai dengan kebutuhan.

·           Terarah, terkendali, sesuai dengan rencana program atau kegiatan.

·           Semaksimal mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan dan potensial nasional.

2. Azas Penyusunan APBN

·           Kemandirian, berusaha meningkatkan penerimaan negara sebaik mungkin.

·           Penghematan, peningkatan efisiensi dan peningkatan produktivitas.

·           Penajaman prioritas pembangunan.

·           Sesuai dengan asas-asas dan Undang-Undang Negara. 

 

MANFAAT DAN TUJUAN ANGGARAN

ANGGARAN mempunyai manfaat, yakni dalam hal perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

Dalam bidang perencanaan

·                     Mendasarkan kegiatan-kegiatan pada penyelidikan-penyelidikan studi dan penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer meneliti, mempelari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum merencanakan kegiatan, manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan financial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan, penjualan , sales promotion, pengembangan produk, expansi dan lain-lain.

·                     Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam menentukan arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk waktu panjang, akan sangat membantu dalam mengerahkan secara tepat tenaga-tenaga kepala bagian, salesman, kepala cabang dan semua tenaga operasional.

·                     Untuk membantu atau menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan

·                     Menentukan tujuan-tujuan perusahaan. Manajemen yang dapat menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan) adalah manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam memilih : mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.

·                     Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. Seorang majikan yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak mempedulikan kesejahteraan pegawainya. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang baik akan mengakibatkan dapat dihindarkannya kelebihan dan kekurangan tenaga kerja. Tanpa rencana tentang kebutuhan tenaga kerja, mengakibatkan terpaksa diberhentikannya sebagian buruh yang berlebihan. Bila terus menerus berlangsung hal ini akan mengakinatkan tidak stabilnya tingkat employment

·                     Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dengan disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul karena kapasitas yang berlebihan. Pemakaian alat-alat fisik yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.

Dalam bidang koordinasi

·                     Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan. Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana yang terperinci (beruapa budget) membantu manajer mengatasi masalah itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.

·                     Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha. Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai denagn keadaan dunia usaha yang akan dihadapi.

·                     Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan. Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang, sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu jauh di atas kemampuan penjualan atau  produksi.

·                     Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.

Dalam  bidang pengawasan

·                     Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran. Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja, tetapi di dalam peleksanaannya harus diadakan pengawasan agar betul-betul seperti yang direncanakan. Beberapa kegiatan dan pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi penjualan, kadang-kadang mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan. Atau kegiatan produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana sehingga harga pokok per unit produk demikian tinggi.

·                     Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan, sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget. Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi pemborosan-pemborosan.

Tujuan Anggaran
Adapun tujuan penyusunan anggaran adalah :

·                     Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.

·                     Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.

·                     Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok  dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.

·                     Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya.

·                     Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.

 ALIRAN KAS ( CASH INFLOW DAN CASH OUTFLOW)

 Pengertian Cashflow

Pengertian cashflow atau arus kas merupakan jumlah kas atau setara dengan kas yang ditransfer baik ke dalam atau keluar dari perusahaan. Jadi, cashflow bisa diartikan sebagai uang yang didapatkan atau dikeluarkan oleh perusahaan pada periode tertentu..

 

Jenis-Jenis Cashflow

Secara umum aliran arus kas atau cashflow terbagi menjadi dua jenis. Apa saja itu? Ini dia 2 aliran arus kas yang seringkali digunakan dalam cashflow.

·                     Cash Inflow

Aliran arus kas yang pertama adalah cash inflow. Untuk cash flow jenis ini kegiatan transaksi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan kas bagi perusahaan. Arus kas inflow sendiri terdiri dari beberapa jenis, diantaranya yakni penerimaan pendanaan lain atau sewa, penerimaan investasi, penagihan piutang dan penjualan aktiva tetap. Selain itu juga berasal dari pinjaman atau hutang dari pihak lain serta penjualan dari produk atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan.

·                     Cash Outflow

Untuk jenis aliran cashflow yang satu ini kebalikan dari aliran sebelumnya. Aliran cash outflow ini berisikan berbagai macam transaksi yang dapat menyebabkan beban pengeluaran kas. Beberapa contoh beban pengeluaran kas yang dimaksud seperti hasil pembayaran sewa, bunga pajak, deviden dan biaya pengeluaran sewa lainnya. Selain itu beberapa pembayaran yang masuk dalam transaksi cash outflow yakni pembayaran hutang pembelian aktiva tetap, biaya pengeluaran tenaga kerja dan lain sebagainya.

 

Sedangkan dalam pembuatan laporan cahsflow atau arus kas sendiri dibuat berdasarkan tiga aktivitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Tiga aktivitas yang dimaksud, yakni diantaranya:

1.                  Aktivitas Operasi, berisikan pendapatan dan beban yang mana berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan adanya aktivitas atau kegiatan tersebut berpengaruh terhadap laba dan rugi perusahaan.

2.                  Aktivitas Pendanaan, berkaitan dengan penambahan modal perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus memasukkan nilai penambahan atau pengurangan kasnya.

3.                  Aktivitas Investasi, Untuk jenis aktivitas yang satu ini berasal dari penjualan atau pembelian aktiva tetap serta berbagai transaksi yang mempengaruhi arus kas. Misalnya saja pembelian atau penjualan aktiva tetap perusahaan.

ingin melakukan pengelolaan keuangan dengan mudah tepat. Jadi tunggu apalagi? Segera konsultasikan masalah bisnis Anda segera!

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Otomatisasi Tata Kelola Keuangan Kelas 11

OTOMATISASI TATA KELOLA KEUANGAN SMK KELAS 12